CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

KURSOR

Senin, 08 April 2013

puting susu lecet



BAB II

PENDAHULUAN


1.1  Latar belakang
     Mortalitas dan morbilitas pada wanita hamil dan bersalin adalah masalah besar dinegara berkembang. Dinegara miskin, 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan hal berkaitan dengan kehamilan.
Asuhan masa nifas diperlukan karena merupakan masa kritis baik ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama salah satu masalah pada nifas adalah payudara lecet,.

1.1.  Tujuan
1.1.1.      Tujuan Umum
Untuk menjaga kesehatan pada ibu pada saat nifas.

1.1.2.      Tujuan Khusus
-          Untuk mendeteksi masalah, mengobati, atau rujuk bila terjadi komplikasi.
-          Memberikan pendidikan tentang perawatan kesehatan diri dan juga melakukan perawatan pada ibu yang menderita payudara lecet.
















BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1.      Definisi
Masa nifas dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 minggu.
Nifas dibagi dalam 3 periode :
  1. Puerperium dini yaitu kepulihan ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
  2. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia yang lamanya 6-8 minggu.
  3. Remote Puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi.
Pada waktu nifas sering muncul banyak masalah salah satunya masalah dalam menyusui yaitu Puting susu lecet dapat disebabkan trauma pada puting susu saat menyusui, selain itu dapat pula terjadi retak dan pembentukan celah-celah. Retakan pada puting susu bisa sembuh sendiri dalam waktu 48 jam.Masalah yang paling sering terjadi pada ibu yang menyusui adalah puting susu nyeri/lecet. Keadaan seperti ini biasanya terjadi karena posisi bayi sewaktu menyusu salah. Bayi hanya menghisap pada puting karena aerola sebagian besar tidak masuk ke dalam mulut bayi.
Hal ini juga dapat terjadi pada akhir menyusui bila melepaskan hisapan bayi tidak benar. Juga dapat terjadi bila sering membersihkan puting dengan alkohol atau sabun. Puting lecet ini dapat menggagalkan upaya menyusui oleh karena ibu akan segan menyusui karena terasa sakit dan tidak terjadi pengosongan payudara sehingga produksi ASI berkurang.

       Patofisiologi

Posisi menyusui yang salah

Jaringan luka
 
                                              Merangsang susunan sarap tepi

      Susunan sarap pusat

    Nyeri



ETIOLOGI
  1. Teknik menyusui yang tidak benar.
  2. Puting susu terpapar oleh sabun, krim, alkohol ataupun zat iritan lain saat ibu membersihkan puting susu.
  3. Moniliasis pada mulut bayi yang menular pada puting susu ibu.
  4. Bayi dengan tali lidah pendek (frenulum lingue).
  5. Cara menghentikan menyusui yang kurang tepat.
PENATALAKSANAAN
  1. Cari penyebab puting susu lecet.
  2. Bayi disusukan lebih dulu pada putting susu yang normal atau lecetnya sedikit.
  3. Tidak menggunakan sabun, krim, alkohol ataupun zat iritan lain saat membersihkan payudara.
  4. Menyusui lebih sering (8-12 kali dalam 24 jam).
  5. Posisi menyusui harus benar, bayi menyusu sampai ke kalang payudara dan susukan secara bergantian diantara kedua payudara.
  6. Keluarkan sedikit ASI dan oleskan ke puting yang lecet dan biarkan kering.
  7. Pergunakan BH yang menyangga.
  8. Bila terasa sangat sakit boleh minum obat pengurang rasa sakit.
  9. Jika penyebabnya monilia, diberi pengobatan dengan tablet Nystatin.
 
 
BAB III
KASUS

Seorang wanita bernama Ny.D bertempat tinggal di desa sumbergempol Tulungagung,sejak 3 hari yang lalu mengeluh payudaranya nyeri dan lecet.ibu mengatakan hal ini terjadi setelah menyusui bayinya.mengetahui payudaranya lecet ibu tidak berani menyusui bayinya lagi,menyusui hanya pada payudara sebelah kanan yang tidak lecet.lalu ibu memeriksakan payudaranya ke BKIA AMANDA pada tanggal 7-1-2011 pukul 08.00 wib.



BAB IV
TINJAUAN KASUS

I.        DATA DASAR

Pengkajian dilakukan pada hari sabtu tanggal 7  januari 2011  jam 08.00 WIB di BKIA AMANDA,Tulungagung.

A.
Data Subyektif


1
BIODATA



Nama pasien
:
Ny. D
Nama suami
:
Tn. E



Umur
:
25 tahun
Umur
:
39 tahun



Suku/bangsa
:
Jawa/Indonesia
Suku/bangsa
:
Jawa/Indonesia



Agama
:
Islam
Agama
:
Islam



Pendidikan
:
SMP
Pendidikan
:
SMA



Pekerjaan
:
IRT
Pekerjaan
:
Swasta



Penghasilan
:
-
Penghasilan
:
Rp. 900.000/bln



Kawin ke
:
1
Kawin ke
:
1



Umur kawin
:
24 tahun
Umur kawin
:
28 tahun



Lama kawin
:
1 tahun
Lama kawin
:
1 tahun



Alamat rumah
:
Ds sumbergempol No. 7 Tulungagung





2
KELUHAN  UTAMA


Ibu mengatakan sejak 5 hari yang lalu telah melahirkan seorang bayi laki-laki,ibu mengatakan sejak 3 hr yg lalu tidak bisa menyusukan bayi bergantian karena pada payudara kiri terdapat nyeri dan lecet.





3
RIWAYAT MENSTRUASI


Menarche
:
12 tahun


Lama haid
:
7 hari


Banyaknya
:
Hari ke 1-3 = 2-3 x ganti pembalut, 4-7 = 2 kotek sehari


Siklus
:
28 hari


Dismrnorhoe
:
Tidak ada


Fluor albus
:
Sebelum haid, tidak gatal dan tidak berbau


HPHT
:
05-04-2010


HPL

12-01-2011

4
RIWAYAT KEHAMILAN PERSALINAN, NIFAS SEKARANG
Sumi ke
Hamil ke
Persalinan
Nifas
Umur anak sekarang
L / P
UK
H / M
Tempat persalinan
Penolong
penyulit
Lama nifas
Kelainan
KB
Menyusui
1
1
L
9 bln
H
bidan
bidan
-
5 Hari
-
Tidak
Ya
5 hari




5. RIWAYAT  KEHAMILAN , PERSALINAN , DAN NIFAS  SEKARANG

KEHAMILAN 
Ibu mengatakan hamil anak ke 1 , usia kehamilan 9 bulan , pergerakan janin dirasakan sejak usia kehamilan 5 bulan , selama hamil klien memeriksakan kehamilan di  bidan sebanyak  4 kali.
Keluhan selama hamil  :
TM I      :mual
 TM II    : -
TM III   : konstipasi
Imunisasi yang pernah didapat:TT
Vitamin / obat – obatan yang pernah didapat:kalk,FE
HE yang pernah didapat :personal hygiene

PERSALINAN
Ibu mengatakan kenceng – kenceng sejak hari rabu tanggal 2-01-2011 jam 03.00wib
Melahirkan di bidan pada pukul 10.00 wib.
Bayi lahir pada tanggal  jam  secara  ditolong oleh bidan jenis kelamin laki-lakI , kelaninan konginetal tidak ada.jumlah perdarahan 200cc,ada perlukaan jalan lahir,tidak ada episiotomi.
Persalinan berlangsung normal dengan ditolong bidan di BKIA AMANDA.bayi lahir tanggal 2-1-2011 pukul 10.00 wib.JK laki-laki,BB 3000gr,PB ;50cm.
RIWAYAT NEONATUS
Bayi lahir pada tanggal 2-1-2011
BB 3000 gram , PB  50cm.
K/U baik,tidaka ada kelainan konginetal ada anus.
Menangis spontan saat lahir.
Imunisasi BCG dan hepatitis




.






6
Riwayat kesehatan




Klien tidak pernah menderita penyakit menular, misal : HIV /AIDS, Hepatitis B
Klien tidak pernah menderita penyakit menahun, misal : asma
Klien tidak pernah menderita penyakit menurun, misal : hipertensi, DM
Klien tidak mempunyai alergi terhadap makanan / minuman dan obat-obatan

Riwayat kesehatan suami / keluarga
Klien tidak pernah menderita penyakit menular, misal : HIV /AIDS
Klien tidak pernah menderita penyakit menahun, misal : asma
Klien tidak pernah menderita penyakit menurun, misal : hipertensi, DM

Keadaan psikososial budaya
Ibu mengatakan senang karena bayinya lahir dengan selamat. Suami dan keluarga mendukung kelahiran bayinya. Hubungan ibu dan masyarakat baik
PSIKOLOGIS IBU mengenai payudara kiri yang lecet.ibu merasa tidak nyaman.


7
POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI
POLA NUTRISI
Selama hamil


Makan
:
3 x sehari, porsi 1 piring (nasi, sayur, lauk dan buah)


Minum
:
± 6 -8 gelas per hari, air putih dan susu


Selama nifas


Makan
:
3x sehari, porsi 1/2 piring (nasi, sayur, lauk dan buah)


Minum
:
± 6 -7 gelas per hari, air putih


POLA ELIMINASI
Selama hamil


Eliminasi
:
BAB : 1 x / 2 hari




BAK ± 8 x /hari


Selama nifas




Eliminasi
:
BAB : 1 x / 2 hari




BAK ± 7 x /hari



PERSONAL HYGIENE
Selama hamil


Mandi 2 x sehari, Gosok Gigi 2 x / hari, Cuci Rambut 2 hari sekali, ganti Baju 2 x / hari, Ganti pakaian dalam 2 x / hari
Selama nifas
Mandi 2 x sehari, Gosok Gigi 2 x / hari, Cuci Rambut 2 hari sekali, ganti Baju 2 x / hari, Ganti pakaian dalam 2 x / hari, ganti pembalut ±4x/hr



POLA ISTIRAHAT DAN TIDUR
Selama hamil


Tidur malam
:
± 8 Jam Mulai jam 21.00 – 05.00 WIB


Tidur siang
:
Siang + 2 jam


Selama nifas




Tidur malam
:
± 6 ( sering terbangun karena mennyusui bayinya )


Tidur siang
:
Siang + 1 jam







POLA AKTIFITAS
Selama hamil
Ibu bekerja ditoko dan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa dibantu oleh suami misalnya mencuci baju dan bersih-bersih rumah
Selama nifas
Ibu belum bisa melakukan aktivitas  ibu rumah tangga seperti biasa

POLA SEKSUALITAS
Selama hamil
± 2x / minggu
Selama nifas
Klien belum pernah berhubungan seksual



KETERGANTUNGAN


Selama hamil dan nifas klien tidak pernah ketergantungan pada obat – obatan, minuman, atau makanan tertentu





B
Data Obyektif

A.
Pemeriksaan Umum


1.
Keadaan Umum
:
Baik


2.
Kesadaran
:
Composmentis


3.
Postur Tubuh
:
Tegak


4.
Cara Berjalan
:
Tegak



5.
BB Sekarang
:
57 Kg


6.
TB
:
155 cm


7.
Lila
:
25 cm


TANDA – TANDA VITAL
TD                : 120/70 mmHg
Suhu             :  36 ºC
Nadi              : 88x / Menit
Respirasi       : 20x / Menit


B.
Pemeriksaan Fisik


1.
Inpeksi :




1.1
Kepala
:
Rambut lurus, Warna rambut hitam, tidak rontok, tidak berketombe, tidak ada benjolan.


1.2
Muka
:
Tidak ada cloasma gravidarum, tidak oedema.


1.3
Mata
:
Simetris, Kelopak mata tidak oedema, konjungtiva pucat, sklera tidak ikterus.


1.4
Hidung
:
Simetris, bersih, tidak ada sekret, tidak ada pernafasan cuping hidung


1.5
Mulut dan gigi
:
Bibir simetris, Lidah bersih, gusi tidak epulis, gigi tidak caries


1.6
Telinga
:
Simetris, bersih, Tidak ada serumen.


1.7
Leher
:
Tidak ada luka bekas operasi, Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis.


1.8
Axilla
:
Tidak ada pembesaran kelenjar limfe.


1.9
Dada
:
Payudara: membesar, simetris, ada lecet pada payudara kiri,putting susu tidak menonjol,aerola meonjol.


1.10
Abdoment
:
tidak ada luka operasi, linea alba ada, tidak ada strie livide dan strie albican


1.11
Punggung
:
Posisi tulang belakang normal


1.12
Extremitas
:
Simetris, tidak oedema, tidak varises, tidak ada gangguan  pergerakan,


1.13
Genitalia
:
Genetalia bersih, ada lokhea.







2.
Palpasi


Kepala
:
Tidak ada benjolan dan nyeri tekan


Leher
:
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis.


Payudara
:
Ada nyeri tekan pada payudara kiri,konsistensi keras


Abdomen
:
Tidak ada nyeri tekan, tfu 2 jari dibawah simpisis,

3.
Perkusi
Reflek patella kanan dan kiri : + / +


4.
Auskultasi
Dada
Pada pernafasan tidak ada suara nafas tambahan
Abdomen
Bising usus ( + )

5.
Pemeriksaan Penunjang


Darah:HB 11 gr%
Leukosit : 10000 cmm








































KESIMPULAN
Ny . D, K/U Baik, P 1001, Post partum hari ke 5 dengan payudara  kiri lecet.






II.     IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH

DATA DASAR
DIAGNOSA / MASALAH
DS :
Ibu mengatakan sejak 5 hari yang lalu telah melahirkan seorang bayi laki-laki,ibu mengatakan sejak 3 hr yg lalu tidak bisa menyusukan bayi bergantian karena pada payudara kiri terdapat nyeri dan lecet

DO :
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : composmentis
TANDA – TANDA VITAL
TD                : 120/70 mmHg
Suhu              : 36 ºC
Nadi              : 88 x / Menit
Respirasi       : 20x / Menit

Payudara kiri nyeri dan lecet
Putting susu tidak menonjol
Aerola menonjol
AnoGenetalial : Genetalia bersih,ada lokhea sanguenolenta. anus tidak ada hemoroid ,anus ada
    Pemeriksaan Penunjang
    HB           : 11 gr%

Diagnosa
P 1001, Postpartum hari ke 5 disertai dengan payudara kiri lecet .

 

III.  IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL

mastitis

 

IV.  IDENTIFIKASI KEBUTUHAN YANG MEMERLUKAN PENANGANAN SEGERA KONSULTASI DAN KOLABORASI


V.VI. VII   INTERVENSI, IMLPEMENTASI, EVALUASI

Dx/Mx/Keb.
Tujuan / kriteria keberhasilan
INTERVENSI
Dx:
P 1001, Postpartum hari ke 5 dengan payudara kiri lecet yang timbul pada hari ke 3.

Tujuan :
Setelah dilakukan asuhan kebidanan penyakit klien dapat diatasi.
Kriteria :
TTV : normal
TD : 110/70-120/80 mmHg
N : 60-100 x /menit
S: 365 – 375 oC
RR: 16-20 x /menit
Aerola tidak menonjol
Putting susu menonjol
Payudara kiri tidak lecet
Ibu bisa menyusui bayi nya dengan bergantian.

1.
BHSP
Rasional :
Terjalin hubungan terapeutik antara petugas dengan klien
2
Jelaskan keadaan ibu sekarang
Rasional :
Dengan mengetahui keadaanya saat ini kx akan mengurangi kecemasan ibu dan
ibu tau penyebab penyakitnya

3
Pantau TTV
Rasional :
Identifikasi keadaan umum pasien
4
Bayi disusukan lebih dulu pada putting susu yang normal atau lecetnya sedikit
Rasional
Mengurangi rasa ketidak nyamanan nyeri pada pasien.
5
Ajarkan ibu perawatan payudara
Rasional:
Agar ibu dapat merawat payudara dengan benar



6







7








ajarkan Posisi menyusui harus benar, bayi menyusu sampai ke kalang payudara dan susukan secara bergantian diantara kedua payudara.
Rasional
Menjaga agar produksi ASI tetap keluar


Anjurkan Bila terasa sangat sakit boleh minum
.obat pengurang rasa nyeri
Rasional
Mengurangi rasa nyeri















V.IMPLEMENTASI

Tanggal : 7-01-2011 / Pkl. 08.00 WIB
Dx/Mx/Keb.
Implementasi
Dx:
P1001 post partum hari ke 5 dengan payudara kiri lecet 
1.
Melakukan komunikasi terapiutik kepada ibu dengan bahasa yang
Sopan agar ibu mau mengatakan semua keluhan yang ibu rasakan
2.
Menjelaskan keadaan ibu sekarang bahwa keadaanya harus segara diobati dan memerlukan perawatan
3.
Memantau TTV :
* TD : 120/70 mmHg
*S : 36°C
*N : 88x/mnt
*RR : 20x/mnt


4.
Menganjurkan Menyusui bayi lebih dulu pada putting susu yang normal atau lecetnya sedikit.


5.
Menganjurkan untuk Tidak menggunakan sabun, krim, alkohol ataupun zat iritan lain saat membersihkan payudara










6
Mengajarkan Posisi menyusui benar, bayi menyusu sampai ke kalang payudara dan susukan secara bergantian diantara kedua payudara

7
Menganjurkan ibu Bila terasa sangat sakit boleh minum
.obat pengurang rasa nyeri







VII EVALUASI

Tanggal : 7-01-2011 /  Pkl. 10.00 WIB
Diagnosa/Mslh/Kebt.
Evaluasi
Dx:
P1001, post partum hari ke 8 dengan payudara lecet 
S
:
Pasien mengatakan payudara lecet dan nyeri berkurang.
O
:
TTV
*TD : 110/80 mmHg
*S : 36°C
*N : 88x/mnt
*RR : 20x/mnt
Putting belum menonjol.
Payudara lecet
Aerola belum menonjol.
Nyeri berkurang
A
:
P1001, post partum hari ke 5 dengan payudara lecet

P
:
-
Menganjurkan perawatan payudara
Menganjurkan minum obat penghilang rasa nyeri
-          Menganjurkan ibu menyusu dengan posisi yang benar.



-
Menganjurkan untuk menyusu dengan sering





Dx:
P1001, post partum hari ke 8 dengan payudara lecet 
S
:
Pasien mengatakan payudara kiri yang lecet sudah mengering dan tidak ada nyeri.
O
:
TTV
*TD : 110/70 mmHg
*S : 36°C
*N : 89x/mnt
*RR : 20x/mnt
Puting menonjol dan tidak lecet.
A
:
P1001, post partum hari ke 8 dengan payudara lecet

P
:
-
Menganjurkan perawatan payudara
-          Menganjurkan ibu menyusu dengan posisi yang benar.



-
Menganjurkan untuk menyusu dengan sering





 

DAFTAR PUSTAKA


Ø  Taber Ben-Zion, MD. 1994. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. Jakarta: EGC.
Ø  Fakultas Kedokteran VI. 2001. KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN. Jakarta: Media Aesculapius.
Ø  Mochtar Rustam MPH. 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I, Jakarta: EGC.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar